makalah proses migrasi ras proto melayu dan deutro melayu

Teori Geldern ini didukung oleh penemuan-penemuan sejumlah artefak, sebagai perwujudan budaya, yang ditemukan di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan yang ditemukan di daratan Asia.
Mereka juga sulit sekali menyesuaikan diri dengan masyarakat modern.
Zaman mesolithikum Terjadi gelombang masuk manusia purba melonosoid dan daerah teluk tonkin, vietnam, melalui jalur fhilipina, malaysia dan indonesia.Manusia Pleistosin (purba kehidupan manusia Pleistosin (purba) masih sangat tergantung dengan situasi alam.Periode gelombang pertama terjadi pada sekitar tahun 1500 SM, melalui dua jalur utama.Pendukung budaya kapak persegi adalah bangsa Austronesia dan pendukung kapak lonjong adalah bangsa Papua-Melanesoide (sama-sama disebut bangsa Austronesia).Perlu ketrampilan dan kemahiran agar bisa dibentuk menjadi benda yang diinginkan.Bangsa Deutero Melayu memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan Proto Melayu.Teknik bivalve : yaitu metal slug 6 game for windows 7 membuat benda perunggu dengan menggunakan dua cetakan dari batu yang bisa dibuka dan ditutup, cetakan batu tersebut dibuatkan lubang kecil untuk memasukkan cairan perunggu.B) Jalan utara (timur) yaitu dari Yunan (Cina Selatan)berpindah melalui Formosa (Taiwan) kemudian masuk ke Filipina dilanjutkan penyebrangan ke Pulau Sulawesi dan masuk ke Pulau Papua.Peristiwa ini mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi terpisah dengan daratan Asia maupun Australia.Contoh athens 2004 pc game demo alat perunggu adalah :.Mereka telah mampu membuat barang-barang dari perunggu dan besi.Bangsa yang mendiami pulau-pulau di selatan Asia dinamakan sebagai bangsa Austronesia.Hasil-hasil kebudayaan Megalitikum, misalnya, menhir (tugu batu dolmen (meja batu sarkofagus (keranda mayat kubur batu, dan punden berundak.Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas.Pendukung kebudayaan Dongson adalah orang-orang Austronesia yang tinggal di pulau-pulau di Benua Asia dan Australia.
Nah, disini nenek moyang Indonesia sendiri pindah dari daerah Yunan kemudian menyebar di sekitar Sungai Salween dan Sungai Mekong yang kaya air.